
Ini Kenyataan Tentang Rangkong Gading, Ikon Ekoturisme Kalbar
International Union for Conservation of Nature menarangkan kalau burung rangkong gading berstatus sangat terancam punah( critically endangered). Penyebabnya merupakan perburuan buat perdagangan ilegal. Burung rangkong gading atau rhinoplax vigil habitat hidupnya terdapat di hutan- hutan Indonesia.
Periset Rangkong Indonesia Yokyok Hadiprakarsa menarangkan kalau sebagian besar perburuan burung yang diketahui dengan istilah enggang itu terdapat di Kalimantan Barat.
” Burung rangkong gading dapat mati sebab perburuan dalam jumlah banyak sebab hidupnya berkelompok,” katanya dikala lokakarya bersama Yayasan KEHATI, Tropical Forest Conservation Action( TFCA) Kalimantan, serta Society of Indonesian Environmental Journalists( SIEJ), di Jakarta Selatan,
Bagi ia, burung rangkong mempunyai banyak nilai buat keasrian hutan, budaya, serta ekoturisme untuk turis yang suka menjelajahi hutan.” Burung rangkong gading perlu hutan selaku kebutuhan buat tumbuh biak,” tuturnya.
Burung rangkong gading merupakan binatang pemakan buah. Uniknya, berat rangkong gading 13 persen terletak di bagian kepala. Suara kicauan rangkong gading ini sanggup menjangkau radius 3 km.
Metode hidupnya dengan membuat sarang di lubang tumbuhan. Tetapi, Yokyok menarangkan kalau burung rangkong gading tidak membuat lubang di tumbuhan. Namun lubang di tumbuhan yang tercipta secara natural.
” Burung yang betina hendak tinggal di dalam lubang. Betina menunggu jantan bawa santapan,” katanya. Dia meningkatkan kalau rangkong gading tercantum binatang yang membutuhkan waktu lama buat tumbuh biak. Lama waktunya dekat 6 bulan buat menciptakan satu anakan.
Seluruh tipe rangkong dilindungi cocok dengan Undang- undang No 5 Tahun 1990 serta Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999. Tetapi bukan berarti rangkong lepas dari ancaman. Penyebabnya, sebab jumlah permintaan pasar yang besar, sehingga gempar perburuan buat perdagangan ilegal.